Rabu, 24 Mei 2017

Masih Adakah Pria Yang Baik? Atau Mereka Semua Sama Saja?

Saya berani bertaruh jika selama ini sebenarnya anda sudah bertemu dengan banyak sekali pria yang baik.

“Nggak ah! Semuanya sama aja, klo gak brengsek pasti dia tukang PHP.” mungkin itu sanggahan anda. Namun saya akan tetap pada pendapat awal saya – anda sudah bertemu dengan banyak pria baik.

Walau memang sebagian dari pria yang anda kenal selama hidup anda adalah murni pria yang “brengsek” atau tukang PHP, namun sebagian lainnya tidaklah seperti itu.

pria baik-baik

Perhatikan!

Hanya karena seorang pria menjauhi anda ataupun mengatakan “belum mau serius” – maka itu bukan berarti jika dia adalah pria yang tidak baik.

Dan saya harus mengatakan ini...

Sebagian dari pria yang pernah anda kenal tersebut sebenarnya adalah pria yang baik – hanya saja... anda yang tidak bisa “nyambung” secara BENAR dengan mereka. Dengan kata lain, bisa jadi anda-lah yang telah melakukan kesalahan... sehingga pria yang bisa jadi memang cocok dan tepat buat anda tersebut jadi menjauhi anda.

Mengapa “Pembicaraan Serius” Seringkali Membangkitkan Sisi TERBURUK dari Pria


Jika saat ini anda sedang (baru) dekat dengan seorang pria, dan anda mempertimbangkan untuk memberikan “ultimatum” ke dia agar segera serius atau membawa hubungan anda berdua ke tingkat selanjutnya, maka ada sesuatu yang harus anda ketahui...

Pria tidak akan merespon tuntutan seperti “sekarang atau tidak sama sekali”, deadline (batas waktu), ataupun ultimatum – apabila itu menyangkut membuat keputusan untuk berkomitmen jangka panjang dengan seorang wanita.

Memang bisa jadi itu akan membuat dia lebih memperhatikan anda selama beberapa waktu. Anda akan melihatnya lebih berusaha dan “bertingkah” lebih baik selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Namun itu tidak akan membawa anda kepada akar permasalahan dari hubungan anda.

Dan yang lebih parahnya... hal-hal seperti itu justru seringkali akan mengeluarkan sisi terburuk dari seorang pria.

Hal tersebut bisa menyebabkan seorang pria malah menjauh, menjaga jarak, tersinggung, bahkan hingga marah. Bisa jadi itu akan membuat dia mulai berpikir apakah dia memang harus bersama dengan anda atau justru meninggalkan anda.

Dan apa yang saya katakan di atas tidak hanya akan terjadi pada pria-pria “brengsek” ataupun “tukang PHP” – tapi berlaku juga untuk mereka yang sebenarnya adalah pria baik-baik.

Terima, Pelajari... Dan Dapatkan Cinta Anda


OK, mungkin sekarang anda sedang berusaha untuk menerima (mencerna) fakta yang kurang mengenakkan tersebut. Mungkin anda ingin memukul bahu saya karena telah mengatakannya... atau mungkin anda justru merasa tidak sependapat dengan saya.

Saya bisa mengerti...

Tapi saya adalah pria – dan saya tahu persis seperti apa diri saya serta “kaum” saya.

Jadi beri saya kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut, karena apa yang akan anda pelajari ini dapat membuat anda mengenali pria yang tepat (Mr.Right) serta akan mengajarkan anda bagaimana cara mempertahankan dia.

Tidak apa-apa jika selama ini anda mungkin sudah membuat kesalahan – karena kesalahan terbesar yang sebenarnya adalah ketika anda tidak mau belajar dari kesalahan anda.

Perhatikan!

Fakta 1: Ketika berbicara mengenai sebuah hubungan – maka para pria pada umumnya memiliki jangka waktu yang berbeda dengan anda.

Bagi kebanyakan wanita, mungkin hanya butuh tiga kali berkencan (jalan bareng) untuk mulai berpikiran bahwa mereka sudah berada di dalam sebuah hubungan. Sementara bagi pria, mereka masih berada pada tahap untuk mencoba lebih mengenal satu sama lain (PDKT).

Pria butuh waktu lebih lama – terutama mereka yang memang layak untuk “ditangkap” – karena umumnya mereka memiliki lebih banyak pilihan / ada banyak wanita yang mendekati mereka.

Pria butuh waktu lebih lama untuk memutuskan bahwa anda-lah wanita yang akan mengisi hidupnya. Dia butuh berbagai pengalaman berbeda yang akan membuatnya merasa “baik” dengan anda – sebelum itu akhirnya menciptakan rasa ketertarikan yang sangat mendalam serta membuatnya ingin berlanjut ke tingkat selanjutnya.

Apabila anda berusaha untuk mempercepat proses tersebut, maka itu akan beresiko membuat dia menjauhi anda – bahkan hingga membuat dia benar-benar meninggalkan anda.

Pria bisa merasakan jika anda memiliki “agenda” tertentu saat sedang jalan dengannya. Dan itu akan membuat dia berpikir... apakah anda memang benar-benar menginginkan dirinya (utuh secara pribadi) – atau anda menginginkannya untuk “sesuatu” yang lain.

Dalam eBook Tangkap & Pertahankan Dia, saya menjelaskan bagaimana cara untuk bertemu (berkenalan) dan memikat pria yang baik serta tepat – termasuk juga bagaimana anda bisa mendeteksi pria-pria “Player” (tukang PHP), sehingga anda bisa menghindari untuk berhubungan dengan mereka sebelum terlambat.

Fakta 2: Memang benar apabila sebagian pria melihat “berpacaran” itu hanya sebagai sebuah permainan. Mereka bisa memberikan berbagai janji-janji manis, mengambil berbagai kesenangan, dan kemudian pergi begitu saja.

Pada halaman 46 dalam eBook saya, anda akan mengetahui seperti apa 3 Tipe (Macam) dari para pria “Player” ini dan bagaimana cara untuk menangani mereka.

Jika anda pernah berhubungan ataupun merasakan ketertarikan yang sangat kuat (dalam) dengan seorang pria yang dominan, kuat (memiliki kekuasaan), namun susah (tidak bisa) anda miliki – maka anda wajib untuk membacanya. Sehingga anda bisa cepat mengenali pria-pria tersebut sejak awal – dan anda bisa berhenti untuk merasakan patah hati lagi.

Semuanya saya jelaskan dalam: >> eBook Tangkap & Pertahankan Dia. Mulailah untuk mempelajari bagaimana cara menemukan dan mendapatkan pria yang baik dan benar-benar tepat untuk anda.

Dapatkan Tips & Saran Terbaik dari Saya secara GRATIS...
Mana di antara 3 Situasi di bawah ini yang PALING sesuai dengan keadaan anda sekarang?
(*Klik pilihan anda):

  1. Single – sedang naksir/ditaksir pria
  2. Baru menjalani hubungan – tengah PDKT
  3. Sudah memiliki pasangan dan ingin segera ke tahap berikutnya
Tips & Saran yang telah dicocokan dengan kondisi dan situasi anda akan dikirimkan Secara Berkala + anda juga akan mendapatkan Akses ke Berbagai Laporan Terbaru dari para Ahli.